Cerpen
Penghianatan Sahabat
Di suatu kota ada seorang anak bernama Cahaya. Ia adalah seorang siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada tepat di kota Yogyakarta. Ia memiliki sikap yang baik hati dan sangat ramah kepada orang yang berada di sekitarnya. Cahaya merupakan anak tunggal dari pasangan suami istri yang mempunyai perusahaan terbesar di kota Yogyakarta.
Cahaya memiliki sahabat bernama Alya. Ia adalah sahabat masa kecil Cahaya. Selain sahabat masa kecil Alya juga sudah dianggap seperti saudara sendiri. Ayah dan ibu Alya bekerja di perusahaan milik orang tua Cahaya. Alya juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Cahaya sehingga mereka sering bertemu. Tak hanya sahabat, Cahaya juga mempunyai pacar yang bernama Angga. Angga adalah pacar yang di kenal setia dengan Cahaya sampai suatu ketika setia itu sudah tidak bisa dipercaya lagi.
Hari ini tepatnya pada tanggal 20 Maret 2024 adalah hari dimana kelas Cahaya mendapat mata pelajaran olahraga. Alya, Angga, dan Cahaya berada dalam 1 kelas yang sama, kini mereka melaksanakan olahraga bersama. Pada saat awal pelajaran olahraga Alya sudah terlihat pucat seperti sedang sakit. Saat melaksanakan olahraga lari Alya tiba-tiba pingsan, Angga terlihat sangat khawatir dan terburu-buru untuk membawa Alya ke UKS. Cahaya yang melihat kejadian ini seketika terdiam dan kaget, namun ia mengabaikannya karena juga khawatir dengan sahabatnya itu.
Sesampainya di UKS Alya lalu ditangani oleh anak PMR. Setelah mengantar Alya ke UKS Angga lalu pergi dan kembali ke lapangan. Saat sudah di lapangan ia melihat Cahaya yang sudah terdiam dan melamun sontak ia langsung menghampirinya.“Aya (panggilan cahaya) kenapa kamu diam dan melamun”, tanya Angga.”Tidak apa-apa kok, sudah ayo kembali ke kelas saja”, jawab Cahaya. Akhirnya, Cahaya, Angga, dan teman-temannya kembali ke kelas.
Cahaya masih terus memikirkan kejadian yang telah terjadi di lapangan. Ia masih kaget dan heran pada apa yang telah dilihatnya. Cahaya masih tidak menyangka atas perlakuan Angga terhadap sahabatnya Alya.”Apa ada sesuatu antara Angga dan Alya?”, gumamnya. “Aih, apa sih yang ada di pikiranku ini”, kesal Cahaya.
Sepulang sekolah Cahaya tidak langsung pulang namun pergi ke taman dekat rumahnya. Ia masih menaruh curiga kepada sahabat dan pacarnya. Ia berencana menanyakan kepada sahabatnya apa yang telah terjadi sebelum dia menaruh prasangka yang tidak baik kepada sahabat dan pacarnya. Sesampainya di rumah Cahaya langsung bersih-bersih dan mandi. Kemudian ia membuka hp yang sedari tadi diabaikannya, tanpa disadari sudah ada beberapa pesan dari salah seorang temannya di kelas. Ia membuka pesan yang telah dikirim oleh temannya itu, “Tumben Siska (teman kelasnya) ngechat aku malam-malam begini”, herannya.”Ada apa nih, pasti mau menanyakan tugas untuk besok”, candanya. Betapa terkejutnya ia melihat pesan yang dikirim oleh temannya, isi pesan itu adalah foto Alya dan Angga yang sedang berduan berjalan di mall.
Pesan itu tak hanya berisi foto namun Siska juga menjelaskan bahwa hubungan Alya dan Angga ini sudah berjalan kurang lebih selama 1 bulan tanpa sepengetahuan Cahaya. Cahaya yang tak kuat menahan emosi ia menangis setelah melihat pesan itu, ia tidak menyangka sahabat masa kecilnya itu tega menghianati Cahaya. “Kenapa Alya dan Angga tega melakukan ini? Apa salahku sehingga mereka tega melakukan hal sekeji ini?”, tanyanya sambil menangis.
Semalaman ia tidak bisa berhenti menangis dan tidak tenang setelah mengetahui kenyataan pahit itu. Keesokan harinya ia tidak ada semangat lagi untuk bersekolah, sesampainya di sekolah ia hanya duduk diam di bangku kelasnya, ia tak menghiraukan suasana kelas, pacarnya, dan juga sahabatnya. Saat jam istirahat Alya menghampiri Cahaya ingin mengajaknya ke kantin bersama “Aya ke kantuk yuk”, ajak Alya. Cahaya hanya diam dan tidak sekalipun menoleh ke arah Alya sahabatnya itu. Alya yang kebingungan itu pun nampak khawatir “Tumben Cahaya diam saja ga kaya biasanya”, batin Alya. “Ya sudah, aku pergi dulu ya”, tegas Alya.
Sepulang sekolah Angga menghampiri Cahaya ingin mengajak pulang bersama “Aya (panggilan Cahaya), ayo pulang bareng”, ajak Angga. “Kenapa ga pulang sama Alya aja?”, tanya Cahaya yang membuat Angga kaget. “Apa maksud nya Aya?”, tanya Angga dengan panik. “Udah ga perlu kamu tutupi lagi aku udah tau semuanya, kamu punya hubungan diam-diam kan sama Alya, kenapa sih harus punya hubungan diam-diam di belakangku kalau memang suka kenapa ga ngomong aja kalau kamu suka sama Alya ga perlu harus membuat hubungan diam-diam di belakangku seperti ini. Kemarin kamu jalan sama Alya kan?”, Cahaya menjelaskan dengan sejelas jelasnya apa yang sudah ia lihat.Angga hanya bisa terdiam dan bingung harus menjelaskan bagaimana karena yang dibicarakan itu sudah benar seperti kenyataannya.”Sudah ya Angga hubungan kita sampai sini saja, semoga kamu bahagia ya dengan Alya dan jaga dia baik-baik”, Cahaya akhirnya mengakhiri hubungannya dengan Angga dan pergi meninggalkan Angga dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Beberapa bulan kemudian, Cahaya sudah mulai bisa melupakan Angga dan dia sudah asing dengannya setelah ia mengakhiri hubungannya di beberapa bulan yang lalu. Hubungan Alya dan Cahaya juga ikut asing setelah kejadian tersebut dan sampai sekarang Alya dan Cahaya belum memulai obrolan baru. Kemudian tak selang sama mereka lulus dan Cahya memilih untuk pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah dan memulai kehidupan baru disana.
~SELESAI~
BAGUSS KAK😋
BalasHapusNgerii
BalasHapuskeren banget alur ceritanya
BalasHapuswowww bagusss
BalasHapus